Ayam bakar banyak digemari. Namun, kebanyakan orang lebih memilih membeli daripada membuat sendiri makanan ini. Alasannya, tidak ingin repot maupun karena tidak memiliki alat pemanggang. Kondisi ini memberikan peluang bagi yang ingin membuka usaha ayam baker. Ayam bakar terdiri atas beberapa jenis. Antara lain ayam bakar mentega, ayam bakar rica-rica, ayam bakar taliwang, dan ayam bakar paniki. Salah satu yang terkenal dan banyak dijual di pinggir jalan menggunakan gerobak adalah ayam bakar sukabumi. Agar memiliki keunggulan, pastikan ayam bakar yang dijual memiliki ciri khas, terutama bumbu dan sambalnya. Lokasi UsahaLokasi usaha ayam bakar harus mudah terlihat dan banyak dilewati kendaraan bermotor. Misalnya di persimpangan jalan yang ramai dan banyak pedagang makanan lain. Pastikan belum ada yang berdagang ayam bakar di sekitar lokasi yang akan ditempati. Biasanya ada aturan tidak tertulis antarpedagang untuk tidak berdagang di lokasi yang berdekatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat karena berebut konsumen. Perlengkapan Usaha dan Karyawan Promosi Penetapan Harga |
TIPS KEBERHASILAN USAHA
1. Gunakan Merek Khusus, Unik, Singkat, dan Mudah diingat Sejak hari pertama usaha dijalankan sebaiknya sudah ada spanduk atau papan nama berisi nama usaha dan jenis ayam bakar yang dijual. Gunakan nama yang unik dan singkat agar mudah diingat. Misalnya 'Ayam Bakar Top Markotop" atau "Ayam Bakar Makkk Nyuuzz". 2. Gunakan Penerangan yang Memadai Ayam bakar biasa dijual mulai sore hari hingga tengah malam. Pada -malam hari penerangan sangat berperan agar tempat usaha kita terlihat mencolok. Lampu yang cukup terang ditambah papan nama yang mengkapi lampu (dapat juga menggunakan lampu berwarna-warni) nenjadi daya tarik tersendiri. 3. Buat Bumbu dan Sambal Seenak Mungkin Bagi usaha ayam bakar yang baru dijalankan, rasa menjadi faktor utama keberhasilan dari sisi produk. Buatlah bumbu ungkep (bumbu yang diberikan pada ayam sebelum dibakar) dan sambal seenak mungkin bumbu dan sambal menjadi pembeda antara ayam bakar dan menjadi keunggulan makanan ini |
FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA
- Rendam ayam dalam air jeruk nipis selama 30 menit. Cuci kembali hingga bersih, sisihkan.
- Haluskan bawang merah dan bawang putih, lalu tumis bersama daun jeruk hingga matang.
- Masukkan ayam, bolak-balik hingga berubah warna. Tambahkan kecap manis, garam, dan santan. Masak hingga kuah habis.
- Bakar ayam berbumbu hingga matang
Risiko usaha ini antara lain harga bahan baku terlalu tinggi sehingga harga jual tidak bersaing. Survei harga di beberapa tempat atau pasar
dapat dilakukan untuk mendapatkan bahan baku dengan harga murah. Ayam yang digunakan juga harus segar agar ayam bakar yang dihasilkan berkualitas. Begitu juga dengan bumbu dan sambal. Pastikan kesegarannya terjaga dan rasanya tidak berubah.
Dampak isu penyakit flu burung, penggunaan ayam glonggongan, ayam siren (mati kemarin), atau ayam yang disembelih tidak sesuai dengan keyakinan agama tertentu dapat dihindari dengan memasang poster atau spanduk berisi informasi terkait. Pemberian informasi seperti ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen.
TEKNIS MELAKUKAN USAHA
Bahan-bahan
1 ekor ayam, potong 8 bagian
2 buah jeruk nipis, peras airnya
400 ml santan
2 sdm minyak, untuk menumis
Bumbu
5 butir bawang merah
3 slung bawang putih
4 lembar daun jeruk
3 sdm kecap manis
1 sdm garam
Cara Membuat
- Surat izin Domisili
- SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)
- TDP (Tanda Dartar Perusahaan)
- NPWP (Nomor Pokok Wajik Pengusaha)
- Sertifikat tanah, Hak milik
- IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
- Surat Kawin
- Kartu keluarga
- Kartu tanda penduduk (KTP)
ANALISA USAHA
- Masa pakai gerobak atau etalase 3 tahun.
- Masa pakai pemanggang ayam 2 tahun
- Masa pakai peralatan masak, peralatan makan, dan perlengkapar lain 1 tahun
Asumsi
A. Biaya I nyestasi | ||
- Gerobak atau etalase | Rp | 2.000.000 |
- Pemanggang ayam | Rp | 400.000 |
- Peralatan masak (kompor, panci, sodet, dan saringan minyak) | Rp | 200.000 |
- Perlengkapan lain (baskom dan tempat bumbu) | Rp | 100.000 |
Total investasi | Rp | 2.700.000 |
B. Biaya Operasional per Bulan | ||
1. Biaya Tetap | ||
- Penyusutan gerobak atau etalase 1/36 x Rp2.000.000 | Rp | 55.600 |
- Penyusutan pemanggang ayam 1/24 x Rp400.000 | Rp | 17.000 |
- Penyusutan peralatan masak 1/12 x Rp200.000 | Rp | 17.000 |
- Penyusutan perlengkapan lain 1/12 x Rp100.000 | Rp | 8.300 |
Total biaya tetap | Rp | 97.900 |
2. Biaya Variabel | ||
- Ayam (22 ekor x Rp18.000/ekor x 30 hari) | Rp | 11.880.000 |
- Bumbu, kecap, dan lalapan (Rp100.000/hari x 30 hari) | Rp | 3.000.000 |
- Arang (Rp23.000/minggu x 4 minggu) | Rp | 92.000 |
- Plastik dan kertas pembungkus (Rp16.000/mg x 4 mg) | Rp | 64.000 |
- Listrik | Rp | 20.000 |
- Keamanan dan kebersihan | Rp | 30.000 |
- Transportasi Rp10.000/hari x 30 hari | Rp | 300.000 |
- Upah karyawan 1 orang | Rp | 500.000 |
Total biaya variabel | Rp | 15.886.000 |
Total biaya operasional | Rp | 15.983.900 |
C. Penerimaan per Bulan |
|
|
Penjualan ayam bakar (22 ekor x Rp28.000/ekor x 30 hari) | Rp | 18.480.000 |
Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan--total biaya operasional = Rp18.480.000—Rp15.983.900
= Rp2.496.100
Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan : total biaya operasional
= Rp18.480.000 : Rp15.983.900 = 1,16
Pay Back Period
Pay back period = (Total investasi : keuntungan ) x 1 bulan
= (Rp2.700.000 : Rp2.496.100) x 1 bulan = 1 bulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
DITUNGGU KOMENTAR ANDA DISINI