Bahwa sesusah dan semiskin apapun anda pasti ada solusinya. Saya berikan gratis kepada anda surat pribadi dari saya bagaimana kurang dari 1 tahun kehidupan anda berubah 180 derajat secepat-cepatnya, seajaib-ajaibnya atau apakah namanya, bagaimana anda di jamin sukses dunia akherat, ini fakta berdasarkan pengalaman kami sendiri. Insya Allah...Saya akan membagikan secara gratis pengalaman kami seorang anak buruh tani miskin, mempunyai aset ratusan juta hanya kurang dari 1 tahun. Selengkapnya

Jumat, 29 Januari 2010

Sukses Meraih Mimpi Berkat Keyakinan

Sukses Meraih Impian Berkat Keyakinan 


Erwin Seriyanto
President Council Member
Tahitian Noni Indonesia



Hampir tiga tahun, bisnis MLM Tahitian Noni yang digeluti Erwin Seriyanto tak kunjung menunjukan titik terang. Saat itulah sejumlah rekan kerjanya satu persatu mengaku menyerah. Tapi Erwin memilih tetap bertahan dan terus melanjutkan merintis bisnis yang diyakininya bakal memberi prospek cerah. Sikap sabar yang ia tunjukkan kini berbuah manis. Slamet Supriyadi

Ada sebuah petuah bijak, "Jangan mudah menyerah pada nasib. Berusaha dengan keyakinan niscaya keberhasilan akan ada dalam genggaman". Kalimat seperti ini mungkin gampang diucapkan, tapi sangat sedikit orang yang benar-benar bisa menjalankannya. Persoalannya, seringkali terbentur pada kurangnya kemauan dan keyakinan terhadap usaha yang dilakukan. "Banyak orang yang tidak siap dengan resiko yang mereka lakukan. Termasuk dalam berbisnis. Ketika keberhasilan tidak kunjung diraih, mereka pikir semuanya telah gagal. Padahal sebenarnya tidak demikian," ujar Erwin Seriyanto, Presiden Council Member Tahitian Noni Indonesia sembari mengulas perjalanan hidupnya membangun bisnis MLM tersebut. 

Apa yang dikemukakan Erwin, paling tidak menjadi potret hampir sebagian besar pengusaha kita. Padahal, justru 'keyakinan' inilah yang menjadi modal penting bagi Erwin yang akhirnya melambungkan namanya di jajaran puncak eksekutif Tahitian Noni Indonesia. Sosok Erwin hampir tidak bisa dipisahkan dari Tahitian Noni. Keberhasilan perusahaan asal Amerika yang memperkenalkan produk jus Noni ini tak lepas dari sentuhan tangan dinginnya. Bayangkan, kendati baru tiga tahun membka kantor representatifnya di Indonesia, MLM ini sudah mampu menggaet lebih dari 41 ribu anggota. Dan Erwin adalah orang pertama yang gigih membangun serta memperkenalkan jus kesehatan ini lewat sistem penjualan berjenjang.

Tujuh tahun lalu, mungkin tidak ada yang menyangka jika bisnis ini akan tumbuh besar seperti sekarang. Erwin mulai terjun di bisnis Tahitian Noni International pada saat perusahaan ini belum membuka cabangnya secara resmi di Indonesia. Produknya di kirim dari Singapura. Meski jaraknya relatif dekat, tapi ia harus menunggu hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan produk tersebut. Penyebabnya klasik: persoalan perijinan yang berbelit-belit untuk bisa mengeluarkan barang dari Pelabuhan Tanjung Priok. 

Situasi demikian jelas sangat mengganggu kelangsungan bisnis yang digelutinya sejak tahun 2002 itu. Lantaran persoalan ini, banyak konsumen yang mengeluh akan ketidakpastian barang yang dibutuhkannya itu. Bahkan ada seorang konsumen yang marah dan mengancam akan membuat perhitungan kepada Erwin jika terjadi sesuatu pada saudaranya tersebut. "Ini kan beban moral. Saya akhirnya ambil keputusan minta dikirimkan dua dus produk itu dari Singapura yang ongkosnya mencapai Rp2,5 juta," kata Erwin.

Suka tidak suka, hal ini akhirnya berimbas pada iklim kerja yang dirasa kurang kondusif. Bisnis ini pun nyaris tak banyak mengalami kemajuan berarti. Sampai akhirnya, satu persatu rekan kerja yang berjuang dari awal memutuskan mengundurkan diri. Mereka merasa tidak ada yang bisa diharapkan dari bisnis semacam. Lain halnya dengan Erwin? "Saya punya keyakinan this is the real business," tegasnya. 

Dalam kurun waktu tiga tahun Erwin terus bergulat dengan keyakinannya. Alumnus Universitas Trisakti ini akhirnya mampu membuktikan meski ia harus berkorban hingga ratusan juta rupiah untuk itu. Erwin mengakui, ia memang tidak memiliki networking saat pertama kali bergabung dengan Tahitian Noni. Karenanya, ia pernah beberapa kali kena tipu. "Ada orang yang mengaku punya kenalan leader-leader dan bisa membawa downline dalam jumlah besar. Ia meminta dana puluhan juta sebagai akomodasi karena berada di luar daerah. Tapi hasilnya, ia paling bawa cuma satu orang, gimana ceritanya?," ujarnya sedikit kesal.

Toh, ia tidak hilang semangat. Erwin percaya bahwa jus Noni ini selain punya manfaat buat kesehatan juga memberi celah bagi calon pebisnis yang jeli melihat peluang. Erwin percaya sebuah bisnis bisa berhasil jika ia memiliki dua unsur. Pertama, produk tersebut consumable artinya dicari banyak orang. Dengan begitu maka akan terjadi repeat order dalam jumlah besar. Dan kedua, produk harus eksklusive, dimana memiliki keunggulan dan perbedaan dibanding produk lainnya. Dan semua unsur itu terdapat pada Tahitian Noni. 

Sebenarnya, lanjut pria bertubuh subur ini, ada berbagai jenis jus yang menjual keunggulan dari buah Noni. Tapi dari semua produk yang ada di pasaran, tidak ada satupun yang memiliki ingradient inti yakni PROXERONINE. Zat ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak agar bisa normal seperti sedia kala. Mulai dari kerusakan sel kuku, rambut, kulit, tulang, pankreas hingga organ penting lainnya. 

Erwin mencontohkan, "Kenapa seseorang bisa terkena penyakit diabetes? Itu karena sel beta pakreasnya rusak. Selama ini pengobatan medis dilakukan dengan cara memberikan supply insulin pada darah. Padahal, menurutnya, yang sakit bukan darahnya melainkan beta pankreasnya yang tidak bisa menghasilkan insulin. "Dengan mengkonsumsi Tahitian Noni maka kerusakan beta pankreasnya bisa diperbaiki," tambah Erwin.

Sudah banyak yang merasakan khasiat dari produk ini. Lantas apa sebenarnya resep sehingga ia bisa menjala begitu banyak konsumen? Sangat simple "Tell the story," katanya. Itulah yang dilakukannya dengan membagi pengalaman ia peroleh maupun dari para konsumen yang telah membuktikan khasiat jus Tahitian Noni. "Sama sekali tidak ada paksaan untuk membeli apalagi menjadi anggota anggota. Mereka mengkonsumsi benar-benar atas kesadaran sendiri setelah tahu manfaatnya," Erwin menambahkan. 

Di luar Tahitian Noni, Erwin juga tercatat sebagai seorang pengusaha sukses dengan beberapa jenis usaha. Diantaranya, bisnis design, buletin iklan, sarang burung walet hingga bisnis rumah makan yang semuanya berjalan baik hingga sekarang. Meski begitu pria asal Cirebon ini justru lebih tertarik jika diajak berbicara tentang bisnis MLM Tahitian Noni ketimbang bisnis 'konvensionalnya'. Pasalnya, dari bisnis sampingan ini, Erwin justru bisa memperoleh penghasilan hingga sembilan digit (ratusan juta, red) setiap bulannya. Dan lewat bisnis ini pula ia berkesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri hingga berkali-kali.

Jenjang yang dilewati Ewin di Tahitian Noni normal seperti anggota lainnya. Dengan kerja keras dan jerih payahnya ia memperoleh posisi JADE setelah menghabiskan waktu selama 1,5 tahun. Meski minin informasi serta dukungan dari perusahaan, jaringan bisnis Erwin terus berkembang, sehingga pada Juli 2005 ia mencapai posisi PEARL. Erwin terus melesat. Terbukti pada Juli 2006 ia berhasil meraih posisi Diamond Pearl Elite. Dan pada Juli 2007, Erwin tercata menjadi orang pertama yang menyandang Triple Diamond Pearl dari Indonesia. 

Apa saja yang dilakukan hingga Erwin mampu melesat hingga ke posisi puncak? Dengan nada setengah berkelakar, ia membagi tipsnya. "Rahasia untuk bisa sukses ada dua, yaitu jadilah orang goblok dan orang sinting," ujarnya. Kenapa begitu? Karena merasa dirinya orang goblok, maka orang harus belajar. Seperti Erwin yang awalnya tidak mengerti kenapa Tahitian Noni bisa membantu orang yang terkena diabetes. "Saya bisa ngerti karena saya mau belajar," tambahnya lagi.  

Selanjutnya, jadilah orang sinting. Orang seperti ini tidak peduli dengan lingkungan. Mesti diketawain banyak orang, ia bisa main tabrak saja. Ia berusaha untuk seperti itu. Karena jika terlalu sensitif, ia tidak mungkin bisa melakukan apapun. "Saya pastinya akan malu untuk jualan karena nanti dikira sales yang butuh duit. Tapi saya tidak peduli. Bahkan pada siapapun, baik orang penting maupun orang biasa saya selalu sharing tentang Thitian Noni. Lepas dia mau join atau nggak, yang penting saya sharing aja," jelasnya. Karena Erwin mengaku hanya ingin berbagi informasi tentang manfaat Tahitian Noni yang mungkin ada orang yang mebutuhkannya. Tapi bagi yang ingin berbisnis, ia pun tak menampik akan besarnya peluang bisnis yang ditawarkan. Mau ikutan mencoba? 

Jika ingin mengutip atau menyebarluaskan artikel ini harap mencantumkan sumbernya.s9

Minggu, 17 Januari 2010

Contoh Proposal Usaha Makanan

CONTOH PROPOSAL USAHA MAKANAN

A.Pendahuluan

Latar belakang
Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan.
Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order.. Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuki dalam bisnis kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal daripada gagal mencoba.
A. Aspek manajemen
Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal
Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang
3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya
2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.



B. Aspek Pemasaran
a) Target Pasar
yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.
Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga.
Pesaing kita dari perusahaan katering lainnya
b) Konsep pemasaran
terdiri dari 4 elemen (Price+Place+Promotion). UNTUK PRODUK, Anda mesti mensurvai para pesaing-pesaing Anda. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.
c) Produk dan penetapan Harga
Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya.

C0NTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK
NASI KUNING
Nasi kuning
Mie
Kering tempe
Ayam goreng
Perkedel
Krupuk udang
Rp. 7.500,-
NASI PUTIH/URAP
Nasi Putih
Urap – urap
Trancaman
Ayam bumbu rujak
Rempeyek
Rp. 7.500,-
Dan lain-lain tergantung makanan yang dipesan
Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan
d) Distribusi dan Promosi
Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan "rasa". Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti dan dengarkan dna minta komentar tamu kita. Dari sini kepercayaan kepada anda akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut ini terkadang lebih efektif dibandingkan kita menyebar brosur dan beriklan tanpa pernah kita menunjukkan kemampuan kita di sebuah acara. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Di awal Anda membuka usaha, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit/segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan/intansi..

C. Aspek Operasional
Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan--syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan.
Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing
Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan berproduksi setelah mendapatkan pesanan jadi masakan dijamin masih segar.
Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat keramaian. Misalnya di kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang.

D. Kiat-Kiat Pengelolaan Usaha Katering
Apa yang menjadi kunci sukses bisnis katering ini?
Punya Visi
Sederhana sebenarnya. Setiap orang yang ingin menjadi pengusaha apa pun jenisnya, perlu memiliki visi. Tidak usah muluk-muluk. Tapi mutlak ada. Ingatlah, bisnis itu mirip dengan bayi. Sekali saja ia dilahirkan maka tanggung jawab kitalah untuk mendidik dan membesarkannya hingga dewasa. Tidak bisa asal saja. Dan kalau sudah tidak suka dan banyak problem lalu main ditinggal saja. Bayi perlu persiapan yang banyak. Harus ada cinta dan kasih misalnya. Bisnis juga demikian. Itu sebabnya bisnis yang langgeng seringkali datang dari hobi kita sehari-hari. Karena hobi, dan sesuatu yang kita sukai, semangat dan minat kita akan selalu besar. Ini faktor yang penting sekali.
Rencana Matang
Rencana usaha diperlukan untuk perlindungan bisnis kita. Kita perlu memiliki wawasan yang luas, dan tiap masalah minimal telah kita periksa. Misalnya dalam paket catering pernikahan atau katering ulang tahun masalahnya apa saja. Mulai dari masalah produksi, staf, produknya (menu), pemasaran, logistik ,dan promosi, semuanya harus masuk "check-list". Hal ini untuk menghindarkan situasi yang "chaos"(tumpang-tindih, RED), dan manajemen tambal sulam di masa mendatang. Anda tidak perlu membuat rencana kerja setebal 100 halaman misalnya, tapi cukup 2 halaman saja. Namun segala aspek dari bisnis katering telah Anda pikirkan.
E. Aspek Keuangan
Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,00. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.
Proyeksi Keuangan 1 bulan

1. Kas Rp 5.000.000,00
Modal Rp 5.000.000,00
(Setoran untuk modal awal)
2. Perlengkapan Rp 1.000.000,00
Kas Rp 1.000.000,00
(Pembelian Perlengkapan)
3. Peralatan Rp 500.000,00
Kas Rp 500.000,00
(Pembelian Peralatan)
Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan

Minimal mendapat 4 kali pesanan
2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,00)
2 x (200 Porsi x Rp 7.500,00) = Rp 3.000.000,00
2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,00)
2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) = Rp 800.000,00 +
Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 3.800.000,00


Jurnal Transaksi dalam 1 bulan

1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00) Rp 200.000,00
Kas Rp 200.000,00
2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan)
Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00
Kas Rp 1.000.000 ,00
3. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00).
Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00
Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00
Kas Rp 2.000.000,00

Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan

Pendapatan
Porsi Besar 2 x(200 Porsi x Rp 7.500,00) =Rp 3.000.000,00
Porsi Kecil 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) =Rp 800.000,00 +
Rp 3.800.000,00
Biaya-biaya
Biaya Angkut Rp 200.000,00
Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00
Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 +
Rp 3.200.000,00 +
Laba Rp 600.000,00

Rabu, 13 Januari 2010

Kemiskinan dan Taqdir Tuhan

 
 Seperti telah saya tulis kemarin, bahwa menjadi miskin tentu bukan keinginan manusia. Kemiskinan selalu saja terkait dengan problem yang terjadi ketika kemiskinan tersebut terjadi. Kemiskinan tentu saja juga bukan pilihan. Manusia dengan kemampuan rasionalitasnya tentu juga tidak ingin menjadi miskin. Kemiskinan semata-mata merupakan bagian dari kehidupan manusia yang memang harus terjadi. Meskipun sekali lagi, kemiskinan tersebut bukan kemauan dan bukan pula keinginan pelakunya.

Tentang keberadaan orang miskin, memang menjadi bagian dari sunnatullah. Di dunia ini memang ada orang yang menempati status sosial ekonomi rendah karena berbagai penyebabnya. Adanya dalil tentang zakat, infaq dan shadaqah yang harus diberikan kepada orang-orang miskin, kiranya bisa menjadi penanda bahwa kemiskinan memang bukan sesuatu yang ahistoris. Sepanjang sejarah kehidupan manusia tentu ada penggolongan sosial yang disebut miskin dan kaya. Mungkin terkecuali ketika manusia belum memasuki "kawasan" komunitas atau masyarakat. Ketika manusia masih berkelompok sebagai pemburu maka situasi miskin dan kaya seperti sekarang  mungkin belum ada.

Memang Tuhan telah menentukan tentang umur dan rizki. Saya hanya akan membahas selintas tentang kaitan antara takdir dan rizki. Hal ini perlu dibahas, sebab jangan sampai ada pemikiran bahwa seseorang menjadi miskin karena takdir. Memang sudah ditakdirkan menjadi miskin. Takdir atau bahasa kesehariannya disebut sebagai ketentuan Tuhan tentu saja bisa diketahui setelah berbagai macam upaya dilakukan dan ternyata hasilnya seperti itu. Takdir terkait dengan hasil usaha yang sudah diketahui. Takdir tentang rizki memang menjadi "kewenangan" Allah untuk menentukannya. Besaran rizki adalah "wewenang" Allah untuk menentukannya.  Namun demikian, untuk mencapai besaran rizki, maka seseorang harus melakukan upaya untuk mencapainya.

Jadi, ada relasi antara usaha atau ikhtiyar dengan perolehan rizki seseorang. Seseorang yang berpangku tangan atau menganggur tentu tidak akan memperoleh apapun kecuali belas kasihan orang. Bahkan juga sangat mungkin, dia tidak memperoleh apapun karena ketiadaan usaha tersebut. Itulah sebabnya Allah menganjurkan agar seseorang berusaha sekeras-kerasnya agar memperoleh dunianya.  Bukankah terdapat hadist Nabi yang sangat populer bahwa "bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya."  Manusia harus berusaha untuk menghadapi kehidupan dunianya.

Untuk berusaha, maka dibutuhkan tiga hal utama, yaitu: kemampuan akal, kemampuan fisik dan struktur sosial yang mendukung akses "keduniawian" tersebut. Melalui kemampuan akal, kecerdasan, pendidikan, keahlian atau profesionalitas, yang didukung oleh kesehatan fisik yang memadai serta didukung oleh struktur sosial yang memberi peluang untuk berusaha, maka dimungkinkan bahwa seseorang akan mampu berkembang dalam mengakses kehidupan duniawi.  

Untuk memahami tentang pentingnya struktur yang memberi peluang bagi pengentasan kemiskinan adalah apa yang dilakukan oleh Muhammad Yunus dengan Grameen Bank-nya. Dukungan struktur yang baik terhadap kemungkinan akses ekonomi, ternyata bisa menjadi jalan keluar dari masalah kemiskinan. Dengan pemberian modal yang sesuai dengan kebutuhan mereka, maka mereka bisa mengakses perekonomian yang selama ini tertutup.

Nah jika demikian halnya, maka menjadi miskin bukan semata-mata takdir Tuhan yang bersangkutan untuk menjadi miskin, akan tetapi karena faktor duniawi yang memang mengharuskannya menjadi miskin. Seseorang yang tanpa pendidikan, keahlian, profesionalitas tentu akan memiliki akses yang berbeda dengan yang memilikinya. Seseorang yang hanya berpangku tangan juga tidak akan memperoleh apapun ketika yang bersangkutan berharap. Maka harapan, usaha dan kepastian ukuran hasilnya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan demikian, ketika memaknai takdir  kemiskinan, maka harus juga diperhatikan faktor-faktor pendukung terhadap keberlangsungan kemiskinan tersebut. Dengan penjelasan ini, kita tentu juga masih bisa bertanya apakah kemiskinan itu takdir Tuhan.

Wallahu a'lam bi al shawab.